Wisata Mangrove Mulyosari Gelar Sosialisasi dan Rehabilitasi Mangrove untuk Dorong Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekalongan
PEKALONGAN I PROBER.MY.ID – Kawasan Wisata Mangrove Mulyosari, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Rehabilitasi Mangrove di Luar Kawasan Hutan pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Materi yang disampaikan meliputi fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial mangrove, teknik pembibitan, penanaman, serta pemeliharaan mangrove, identifikasi lokasi rehabilitasi di luar kawasan hutan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan, hingga pengembangan ekonomi berbasis mangrove melalui ekowisata dan produk olahan mangrove.
Narasumber dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Irawan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. "Peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti sosialisasi ini. Kami berharap ke depan kelompok tani hutan dapat semakin mandiri dalam memproduksi bibit mangrove, kreatif mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar mangrove, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, narasumber lokal sekaligus Ketua KTH Banawa Sekar Desa Mulyorejo, M. Ridho, memberikan pemaparan secara langsung di kawasan wisata mangrove mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan mangrove. Ia juga memperkenalkan berbagai hasil budidaya dan potensi pengolahan produk turunan mangrove yang dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing sehingga upaya rehabilitasi mangrove di luar kawasan hutan dapat berjalan lebih efektif. Selain mendukung pelestarian lingkungan pesisir, pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah antara narasumber dan seluruh peserta sebagai ajang mempererat silaturahmi serta membangun sinergi dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove di wilayah pesisir Jawa Tengah.
Related Articles