Polres Pekalongan Ungkap Video Begal Viral di Doro, Ternyata Rekayasa Demi Konten

POLITIK & HUKUM 04 Aug 2026 21:59 3 min read 38 views By M. Saifudin

Share berita ini

Polres Pekalongan Ungkap Video Begal Viral di Doro, Ternyata Rekayasa Demi Konten
Fakta tersebut terungkap setelah Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Doro bersama URC Resmob Polres Pekalongan melakukan penyelidikan dan memeriksa pembuat video.

PROBER I PEKALONGAN – Video dugaan aksi pembegalan menggunakan senjata tajam yang sempat viral di media sosial dipastikan merupakan rekayasa. Fakta tersebut terungkap setelah Unit Reaksi Cepat (URC) Polsek Doro bersama URC Resmob Polres Pekalongan melakukan penyelidikan dan memeriksa pembuat video.

 

Penyelidikan dilakukan pada Minggu (2/8/2026) sebagai tindak lanjut atas video yang beredar di Facebook dengan narasi telah terjadi aksi begal di jalan Desa Wringinagung, tepatnya di Dukuh Sigalung Lor, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

 

Pembuat video diketahui berinisial BW (19), warga Desa Wringinagung, Kecamatan Doro.

 

Dalam pemeriksaan awal, BW mengaku dikejar sejumlah orang, dihadang menggunakan senjata tajam, hingga terjadi perkelahian yang menyebabkan jari salah seorang pelaku putus. Cerita tersebut kemudian direkam dalam video berdurasi sekitar satu menit dan diunggah ke media sosial hingga viral.

 

Namun, hasil penyelidikan polisi tidak menemukan fakta yang mendukung pengakuan tersebut.

 

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan bekas kecelakaan, ceceran darah, maupun barang bukti lain yang mengindikasikan telah terjadi aksi pembegalan. Polisi juga melakukan pencarian di lokasi yang disebut sebagai tempat pembuangan jari dan golok, tetapi hasilnya nihil.

 

Penyelidikan kemudian berlanjut ke rumah BW. Di lokasi tersebut, petugas menemukan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia dan diberi pewarna agar tampak seperti jempol yang putus. Polisi juga menemukan sebilah samurai di gudang samping rumah yang diakui sebagai milik BW.

 

Setelah dilakukan pendalaman, BW akhirnya mengakui bahwa seluruh cerita dalam video tersebut hanyalah rekayasa. Ia mengaku membuat konten tersebut agar mendapat perhatian teman-temannya dan dianggap sebagai sosok yang pemberani.

 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah video tersebut viral dan menimbulkan keresahan masyarakat.

 

"Pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026, beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memuat narasi adanya dugaan pembegalan menggunakan senjata tajam di wilayah Dukuh Sigalung, Kecamatan Doro. Kami langsung mendatangi TKP dan rumah korban yang diduga tersebut," ujar Kapolres, Senin (3/8/2026).

 

Dari hasil penyelidikan dipastikan bahwa peristiwa pembegalan tersebut tidak pernah terjadi.

 

"Ternyata setelah kami melakukan beberapa rangkaian penyelidikan dan pemeriksaan serta mengecek kebenaran informasi tersebut, didapati ada salah satu pemuda yang membuat konten itu ternyata hoaks semua. Jadi, yang diberitakan adalah bohong," tegasnya.

 

Menurut Kapolres, motif pelaku semata-mata ingin dianggap berani atau "jagoan" di hadapan teman-temannya.

 

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah samurai dan potongan wortel yang digunakan sebagai properti dalam pembuatan video.

 

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

 

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan agar lebih bijak memfilter setiap informasi yang diterima. Jangan langsung menyebarluaskan berita yang belum jelas kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," tandasnya.

 

Saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Meski demikian, dengan mempertimbangkan usia pelaku yang masih 17 tahun, penanganan perkara mengedepankan langkah pembinaan bersama keluarga, pemerintah desa, dan pihak terkait, tanpa mengesampingkan proses hukum yang berlaku.

PROBER

Recent Articles

Popular Articles